Materi SMA Kelas X dan Kelas XI RINGKASAN MATERI, MATERI LENGKAP DAN SOAL SERTA PEMBAHASAN SMA KELAS X DAN KELAS XI RINGKASAN MATERI Home Ringkasan materi Fisika Biologi PPKN PAI Sejarah Ekonomi Kimia Materi Lengkap Matematika Wajib Matematika Peminatan Fisika Biologi PPKN PAI Sejarah Ekonomi Kimia Thursday, 7 June 2018 Perencanaan usaha harus realistis dan fleksibel, hal ini merupakan.... 1. Perencanaan usaha harus realistis dan fleksibel, hal ini merupakan.... A. Prinsip perencanaan B. Tujuan perencanaan C. Pengawasan perencanaan D. Fungsi perencanaan E. Tindakan perencanaan Posted by au_ikadesu at 0831 No comments Post a Comment Newer Post Older Post Home Subscribe to Post Comments Atom
TujuanRoadmap Bisnis. Roadmap bisnis mirip seperti bisnis plan. Akan tetapi, bisnis plan membutuhkan rencana yang detail dan terperinci, roadmap adalah dokumen kerja yang fleksibel untuk mencapai tujuan yang relevan bagi pemangku kepentingan. Peta kerja bisnis yang menarik harus fokus pada pelaksanaan gambaran besar yang ingin mencapai dalam Apakah Anda berencana untuk merintis usaha? Selain modal, pastikan Anda sudah memiliki perencanaan usaha yang matang. Mengapa demikian? Sebab sebuah bisnis tidak akan selalu berjalan lancar. Berbagai macam kendala bisa menjadi rintangan yang harus ditaklukkan. Dengan adanya panduan kelayakan usaha yang tepat, risiko kerugian dapat diminimalkan dan lebih mudah menemukan solusi atas setiap permasalahan. Sebelum membahas lebih dalam apa saja yang termasuk dalam materi perencanaan usaha, mari kita pahami dulu pengertiannya. Pengertian dari Perencanaan Usaha Dalam pengertian ekonomi, perencanaan usaha adalah sebuah fungsi dari manajemen terkait dengan strategi, peraturan, kebijakan, prosedur juga program guna menjalankan suatu jenis usaha. Salah satu contoh komponen perencanaan usaha ialah visi dan juga misi dari sebuah usaha. Selain itu masih ada tujuan usaha dan juga strategi untuk mencapai tujuan dari usaha itu sendiri. Perencanaan usaha menjadi salah satu poin yang penting untuk dilakukan agar sebuah usaha dapat dikembangkan. Sebab dari perencanaan tersebut, seorang pengusaha dapat lebih mudah menetapkan target jangka pendek maupun panjang yang diharapkan. Dengan perencanaan yang matang, akan mampu mewujudkan beberapa hal seperti Peningkatan peluang kesuksesan atas usaha baru Kegiatan operasional usaha dapat ditentukan dengan lebih lancar Sumber daya lebih mudah diidentifikasi dan dikombinasikan untuk mencapai hasil maksimal Standar operasional usaha pada setiap segmen lebih terkendali Lalu, apa yang menjadi tujuan perencanaan usaha? Berikut ini penjelasan singkatnya. Tujuan dari Perencanaan Usaha Perencanaan usaha dilakukan dengan beberapa tujuan utama. Tujuan-tujuan tersebut diantaranya adalah 1. Action Plan Tujuan pertama dari perencanaan dalam sebuah usaha ialah sebagai rencana aksi. Dimana aksi yang dimaksud lebih kepada problem solving atau langkah menemukan solusi. Dalam setiap usaha, akan selalu ada kendala yang saling berkaitan antara satu dengan lainnya. Oleh karenanya diperlukan rencana usaha, untuk bisa memilah setiap bagian permasalahan agar dapat diklasifikasikan sehingga lebih mudah dipecahkan. 2. Road Map Adanya perencanaan dalam sebuah usaha, tujuannya agar fokus dari usaha tersebut tetap terjaga. Hal ini sesuai dengan komponen dari perencanaan itu sendiri yakni visi juga misi. Perencanaan menjadi road map, yang menjaga operasional usaha tetap on track. Dengan demikian tujuan dari usaha tersebut akan lebih mudah diwujudkan dan visi serta misi usaha dapat dipahami dan tersampaikan kepada seluruh pihak yang dilibatkan. 3. Materi Penjualan Tujuan adanya perencanaan usaha selanjutnya yaitu sebagai materi pendukung aktivitas penjualan. Perencanaan yang matang dapat memberi efek signifikan pada penjualan. Penjualan yang baik, dapat dijadikan gambaran akan prospek usaha tersebut di masa depan. Dari situ Anda dapat meyakinkan investor mengenai seberapa potensial usaha yang Anda jalankan. 5 Langkah Perencanaan Usaha yang Matang Usai memahami pengertian, maksud serta tujuannya, kini kita pelajari langkah-langkah perencanaan usaha. Sebuah rencana usaha harus dibuat secara matang agar mampu menjadikan usaha Anda berkembang. Anda bisa mengikuti langkah-langkah berikut ini untuk bisa membuat rencana usaha dengan baik dan matang, sehingga usaha dapat berjalan sesuai harapan. 1. Membuat Deskripsi Usaha Hal pertama yang penting untuk Anda lakukan sebelum membangun usaha ialah membuat rencana atau gambaran terkait deskripsi dari usaha yang akan dijalankan. Fungsi dari deskripsi usaha nantinya ialah memberikan informasi terkait, tujuan, visi, misi dan ide-ide terkait usaha Anda kepada seluruh pihak yang dilibatkan. Dengan adanya deskripsi usaha, diharapkan usaha bisa diterima oleh semua pihak dan bisa berkembang sesuai harapan. 2. Menyusun Strategi Pemasaran Langkah perencanaan berikutnya yakni menyusun strategi pemasaran yang tepat. Tujuannya adalah agar produk Anda dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Tidak ubahnya ketika berada di medan perang, untuk bertahan dalam persaingan bisnis kita harus memiliki strategi pemasaran. Mulai dari analisis keunggulan kompetitif dan juga kekurangannya. Dari situ Anda bisa menciptakan produk yang setidaknya kualitasnya sama tetapi mampu memenuhi kekurangan kompetitor. Hal itu akan menjadi poin plus bagi produk Anda di mata konsumen. 3. Analisa Pasar Memiliki strategi tanpa menganalisa pasar tentu tidak akan memberi hasil sesuai harapan. Dengan menganalisa pasar, Anda dapat mengetahui apa yang diinginkan, disukai dan dibutuhkan oleh konsumen. Berdasarkan tiga poin tersebut, Anda bisa menghadirkan produk yang menjadi jawaban bagi konsumen. Dengan begitu, produk akan lebih mudah diterima dan bisa disesuaikan dengan segmentasi yang telah Anda targetkan. 4. Penerapan pada Proses Produksi dan Melakukan Pemantauan Setelah menjalankan ketiga langkah di atas, selanjutnya Anda bisa menerapkannya pada proses produksi. Menggunakan ketiga poin perencanaan sebelumnya sebagai acuan, memungkinkan meluncurkan produk berkualitas dan mudah diterima masyarakat. Langkah perencanaan tidak berhenti sampai launching produk saja. Anda masih harus memantau produk yang sudah didistribusikan yang dapat Anda kelola dengan mudah menggunakan aplikasi inventory barang. Langkah tersebut diperlukan untuk melakukan evaluasi terhadap produk sehubungan dengan respon pasar. Dari pemantauan tersebut Anda akan melihat seberapa diterima produk Anda, apa kekurangannya dan apa yang membuat konsumen membelinya. 5. Perkiraan Modal dan Manajemen Operasional Rencana usaha meliputi segala aspek mulai sebelum usaha beroperasi hingga pasca produksi. Jika pada poin sebelumnya kita fokus pada pondasi usaha agar bertahan dalam persaingan kini saatnya menghitung modal yang diperlukan. Ketika Anda sudah memiliki rencana usaha yang matang seperti keempat langkah sebelumnya, jangan lupa menghitung estimasi modal yang diperlukan. Jika over budget, maka harus dilakukan sedikit perubahan. Contohnya seperti ketika memilih untuk memproduksi sendiri atau menggunakan jasa eksternal. Jangan lupa menghitung biaya peluang dan benar benar membandingkan semua pilihan untuk meminimalisir kerugian. Jangan memaksakan mencari tambahan modal tanpa memperhitungkan laba-rugi perusahaan. Hindari utang atau beban usaha yang melebihi pendapatan. Di masa awal-awal, usaha Anda harus bisa mencapai tujuan dengan menghasilkan keuntungan. Dengan begitu akan ada tambahan modal untuk pengembangan sesuai perencanaan. Selanjutnya, terapkan manajemen operasional seperti menetapkan standard operational procedure, yang mampu memberi performa maksimal. Baik dari sumber daya manusia, bahan baku, proses produksi hingga distribusi. Kualitas sumber daya manusia akan mempengaruhi efektivitas kerja baik proses produksi hingga distribusi. Oleh karena itu diperlukan manajemen sumber daya manusia yang baik. Sedangkan bahan baku, berpengaruh pada kualitas produk yang dihasilkan. Proses distribusi hingga sampai konsumen dapat dipantau dengan mudah melalui aplikasi distribusi. Apabila kelima langkah di atas sudah Anda jalankan, maka usaha siap untuk mulai dijalankan. Namun pastikan Anda sudah benar-benar memahami langkah-langkah perencanaan di atas. Dengan begitu akan lebih mudah bertahan di tengah persaingan bisnis dan meraih keuntungan sesuai tujuan usaha Anda. Perkembangan usaha pun lebih mudah diwujudkan karena semua sudah direncanakan secara matang. Perencanaan dalam sebuah usaha akan membantu para wirausahawan untuk bisa menghasilkan produk yang diterima masyarakat. Selain itu juga bisa bertahan di tengah persaingan usaha yang penuh tantangan. Dengan perencanaan, segala bentuk permasalahan akan lebih mudah dipecahkan. Risiko juga bisa diminimalkan dan keuntungan yang dihasilkan bisa ditingkatkan. Jadi, selalu lakukan perencanaan usaha dengan matang sebelum Anda memulai usaha baru. Sebab kompetitor akan selalu berusaha mencari celah agar bisa lebih unggul dan hanya dengan perencanaan Anda bisa mengantisipasi hal itu. Efisiensikan kegiatan operasional usaha Anda dengan aplikasi ERP online yang terintegrasi sehingga Anda dapat fokus merencanakan bisnis dengan baik. Maksudnya perencanaan yang disusun harus realistis, mampu direalisasikan dengan baik, peluang tercapainya tujuan sangat besar, serta dapat dipertanggungjawabkan secara ekonomis. 3. Perencanaan merupakan kegiatan yang memerlukan koordinasi Maksudnya, perencanaan yang dibuat oleh organisasi atau perusahaan merupakan hasil koordinasi antarbagian.Jakarta - Banyak orang tertarik dengan dunia bisnis, dan ingin mulai membuka usaha. Namun salah satu yang kerap terjadi yaitu bingung dengan bisnis yang akan dijalani. Untuk itu, cari tahu ide usaha yang cocok untuk pemula di bawah ini!Menjalankan bisnis tentu tak semudah yang dipikirkan, melainkan termasuk pekerjaan sulit yang memerlukan perencanaan matang. Dinukil dari laman Designhill, hasil penelitian melaporkan sekitar 80 persen bisnis baru langsung gulung tikar pada tahun merupakan tingkat kegagalan yang cukup besar, dan bisa dibilang sebagai tanda waspada bagi orang yang hendak membangun usaha. Disebutkan, salah satu penyebab tingginya kegagalan bisnis, bisa jadi karena para pengusaha memilih ide usaha yang salah. Juga ide tersebut tidak didukung oleh riset dan perencanaan yang yang Membuat Ide Usaha menjadi Bagus?Supaya detikers bisa terhindar dari ide bisnis yang gagal, terdapat kriteria ide bisnis yang bagus dan bisa digeluti untuk pemula. Berikut empat cirinya yang dirangkum dari laman HubSpot1. Membutuhkan Sedikit atau Tanpa PelatihanIde bisnis akan lebih bagus bila memanfaatkan keahlian yang dimiliki, sehingga kemungkinan bisa memerlukan sedikit pelatihan training, atau bahkan tidak sama sekali. Hal ini bukan hanya akan meminimalisir waktu peluncuran produk, tetapi juga menghemat Hanya Memerlukan Biaya yang RendahMemulai bisnis dengan biaya yang sedikit alias rendah menjadi salah satu kriteria ide usaha yang bagus untuk pemula. Pengeluaran dana mungkin hanya perlu untuk membeli domain situs web, atau peralatan pendukung Berbasis DaringBisnis dalam jaringan daring internet atau online menjadi usaha yang mudah dijalankan. Disebutkan, biaya berbisnis online tak memerlukan biaya seperti usaha Bisa Dikelola secara BerkelanjutanSebagai pemula bisnis kecil, seseorang biasanya belum memiliki dana yang banyak untuk mempekerjakan orang lain. Untuk itu setidaknya pada awal usaha, seseorang harus bisa mengelola bisnisnya secara mengetahui kriteria ide bisnis yang baik, berikut beberapa ide usaha cocok untuk pemula yang dikutip dari berbagai sumber1. Pemberi Ulasan Produk atau JasaDisebut juga sebagai product reviewer, banyak perusahaan rintisan atau individu yang mencari orang untuk mengulas dan menilai barang atau jasa yang mereka kembangkan. Tujuannya untuk mendorong masyarakat membeli produk detikers suka menulis, atau sekarang dapat mengulas melalui sebuah video, maka ini bisa menjadi ide usaha yang cocok untuk pemula. Ulasan bisa melalui blog atau akun media sosial memberikan ulasan, seseorang dapat memperoleh imbalan dari kliennya, Namun sebelum mengulas, seseorang disarankan untuk memahami dan meninjau produk terlebih FotografiBukan hanya tentang memotret gambar semata, seorang fotografer hendaknya juga menangkap emosi yang tersirat dalam gambar tersebut. Banyak orang yang dahulunya hanya hobi memotret, tapi kini ia jadikan sebagai bisnis mengambil gambar perlu terus dilatih. Dan untuk mengambil perhatian orang lain, seseorang bisa langsung mengunggah karya foto yang telah ia ambilnya itu ke media sosial, atau akun Penata Rias Make Up ArtistProduk kecantikan telah menjamur sekarang ini, dan orang-orang juga semakin banyak yang menggunakannya. Kemampuan merias yang seseorang miliki, bisa terus dilatih hingga menjadi keahlian tata rias telah dikuasai, detikers bisa buka jasa make up artist. Disebutkan, bisnis ini adalah usaha rumahan yang sukses saat ini. Selain itu, waktu kerjanya pun Bimbingan DaringLayanan belajar online atau daring makin menjamur sekarang ini. Didukung dengan penggunaan internet yang mudah dan meluas, serta sebagian orang tidak memiliki waktu untuk mengikuti kelas tatap muka. Untuk itu, usaha kelas virtual ini bisa jadi ide bisnis yang Agensi Content Creator Pembuat KontenKonsumsi media semakin meningkat hingga sekarang. Hal ini yang mendorong banyak orang menjadi pembuat konten bagi orang lain. Dan bisnis agensi content creator ini bisa dicoba untuk seorang pembuat konten terkadang memerlukan ide atau peralatan yang mendukung. Di sinilah ide bisni agensi content creator diperlukan, yang mana bisa membantu mereka dalam membuat konten yang menarik dan lima ide usaha yang cocok untuk pemula. Apakah detikers tertarik coba? Simak Video "Upaya Mendukung Pelaku UMKM Perempuan di Masa Pandemi" [GambasVideo 20detik] fds/fds
RealistisRencana yang baik adalah rencana yang dapat diimplementasikan. Rencana yang realistis dan sesuai dengan target akan bermanfaat bagi kesiapan bisnis Anda. Contohnya, jika Anda ingin mempromosikan produk Anda di desa-desa terpencil, Anda harus meneliti kehidupan masyarakat disana dan menemukan strategi bisnis yang sesuai. – Saat akan memulai bisnisnya, seorang entrepreneur akan menyusun sebuah perencanaan bisnis yang matang. Isinya meliputi deskripsi tentang produk dan jasa, rencana pemasaran sesuai target market, proyeksi finansial serta elemen-elemen penting lain dalam bisnis. Keberadaan rencana bisnis ini untuk mengawali proses untuk mengembangkan usaha dan sebagai salah satu cara untuk melakukan persiapan sebaik mungkin. Bentuknya biasanya berupa dokumen tertulis yang menjelaskan secara terperinci bagaimana suatu bisnis akan mencapai tujuannya. Biasanya rencana bisnis ini dibuat oleh bisnis baru. Di dalamnya menjabarkan rencana tertulis dari sudut pandang pemasaran, keuangan, dan operasional. Detail yang tercantum diniatkan untuk menjawab semua pertanyaan yang muncul akan prospek bisnis itu di kemudian hari. Banyak pula yang menggunakannya untuk menarik investor khususnya jika mengharapkan modal ventura. Dengan demikian, pemodal bisa mendapatkan gambaran untuk mengetahui peluang usaha tersebut melakukan pengembalian modal. Harapannya adalah perencanaan ini secara singkat dapat meningkatkan keyakinan dan rasa percaya para pembacanya terhadap penilaian si pemilik bisnis terhadap situasi tertentu dan bagaimana ia dapat mengidentifikasikan dan mengatasinya. Sebua bisnis yang baik sudah seharusya memiliki perencanaan yang berbeda baik jangka panjang maupun jangka pendek. Karena itu, calon wirausaha wajib untuk membuat sebuah perencanaan bisnis yang benar-benar matang. Bukan hanya demi menarik modal semata namun juga sebagai acuan aplikasinya di kemudian hari. Di bawah ini, Ajaib akan menjelaskan beberapa hal penting terkait perencanaan bisnis yang tepat bagi kesuksesan bisnis. Aspek-aspek yang Harus Diperhatikan Ketika Membuat Perencanaan Bisnis Indikator Layak atau Tidaknya Sebuah Business Plan 1. Sesuai dengan peruntukannya 2. Realistis dan bisa dilaksanakan 3. Spesifik 4. Secara jelas menentukan tanggung jawab dalam pelaksanaan 5. Secara jelas menginformasikan asumsi 6. Dikomunikasikan kepada mereka yang akan melaksanakannya 7. Membuat orang berkomitmen 8. Tetap aktual diikuti follow up Aspek-aspek yang Harus Diperhatikan Ketika Membuat Perencanaan Bisnis Rencana bisnis yang baik harus menguraikan semua biaya dan kejatuhan dari setiap keputusan yang diambil perusahaan. Rencana bisnis, bahkan di antara para pesaing dalam industri yang sama, jarang identik. Akan tetapi mereka semua cenderung memiliki elemen yang sama, termasuk ringkasan eksekutif dari bisnis dan termasuk deskripsi rinci tentang bisnis, layanan dan / atau produknya. Ini juga menyatakan bagaimana bisnis bermaksud untuk mencapai tujuannya. Ada sejumlah aspek yang wajib ada dalam business plan yang kamu susun antara lain a. Format presentasi yang umum dan cover yang dilengkapi dengan daftar isi. b. Ringkasan para eksekutif; sebagai bagian terpenting yang menampilkan pengamatan eksekutif atas keseluruhan perencanaan, yang mengedepankan faktor-faktor pendorong sukses. Bagian ini menguraikan perusahaan dan menyertakan pernyataan misi beserta informasi apa pun tentang kepemimpinan, karyawan, operasi, dan lokasi perusahaan. c. Latar belakang bisnis; menampilkan informasi khusus perusahaan tentang organisasi perusahaan, sejarah, serta produk atau jasa yang ditawarkan oleh bisnis itu. d. Perencanaan marketing; menampilkan analisis pasar yang dihadapi oleh bisnis, rangkaian strategi pemasaran yang akan ditempuh oleh perusahaan, dan memaparkan jadwal rinci aktivitas marketing guna mendorong penjualan. Isinya juga menjelaskan bagaimana perusahaan akan menarik dan mempertahankan basis pelanggannya dan bagaimana bermaksud untuk menjangkau konsumen. Ini berarti saluran distribusi yang jelas harus diuraikan. e. Perencanaan kerja; menampilkan bagaimana masalah-masalah operasional dan manajemen akan dipecahkan, berikut perencanaan penanggulangan kemungkinan di luar dugaan. Faktor-faktor lain yang mungkin masuk ke bagian ini termasuk proses produksi dan manufaktur, paten apa pun yang mungkin dimiliki perusahaan, serta teknologi yang dipatenkan. Setiap informasi tentang penelitian dan pengembangan R&D juga dapat dimasukkan di sini. f. Perencanaan keuangan; memaparkan kalkulasi dan informasi sejarah keuangan, serta mendemonstrasikan bagaimana bisnis ini akan mampu menghasilkan keuntungan jika asumsi perencanaan bisnis berjalan baik. Sehingga, sangat penting buat kamu untuk melampirkan laporan keuangan perusahaan yang disertai dengan analisis keuangan yang tepat. Laporan keuangan, neraca, dan informasi keuangan lainnya dapat dimasukkan untuk bisnis yang sudah mapan. Bisnis baru dapat mencakup target untuk beberapa tahun pertama bisnis dan calon investor. g. Apendix; tempat menampilkan dokumen penunjang, analisa statistik, materi pemasaran produk, resume karyawan utama, dst. Indikator Layak atau Tidaknya Sebuah Business Plan Tidak ada ketentuan khusus mengenai panjang sebuah perencanaan bisnis. Namun umumnya uraiannya mencakup 15 sampai dengan 20 halaman. Jika ada elemen penting dari rencana bisnis yang menyita banyak ruang—seperti aplikasi untuk paten—elemen tersebut harus dirujuk dalam rencana utama dan dimasukkan sebagai lampiran. Jika ada aspek bisnis yang sangat menarik, mereka harus disorot dan digunakan untuk menarik pembiayaan. Tujuannya sebagai highlight untuk menekankan kebaruan dalam ide bisnis yang kamu tawarkan. Rencana bisnis tidak dimaksudkan sebagai dokumen statis yang kaku. Bahkan idealnya isinya harua terus berubah seiring dengan perkembangan bisis tersebut. Umumnya perusahaan memberlakukan peninjauan secara berkala untuk perencanaan bisnisnya. Mereka juga akan membuat rencana bisnis atau business plan yang baru dengan kondisi yang teraktual. Hal ini dilakukan dengan berbekal evaluasi kinerja selama ini dan menbaca kondisi terbaru dunia usaha. Ini juga memberikan kesempatan untuk melihat ke belakang dan melihat apa yang telah dicapai dan apa yang belum. Namun hal ini juga menentukan kelayakan sebuah perencanaan bisnis dengan berbagai indikator di bawah ini 1. Sesuai dengan peruntukannya Di mana perencanaan yang digunakan secara internal untuk mejalankan perusahaan tak perlu berbunga-bunga. Sedangkan perencanaan untuk mengundang investor harus bisa memaparkan tujuan penjualan, potensi ide, tim kerja dan pasar kepada investor. Selebihnya menampilkan tujuan tambahan, jaminan terhadap risiko, terutama aset. Perencanaan bisnis yang aspirasional adalah yang mengedepankan manajemen, bagaimana memulai dan mengembangkan bisnis. 2. Realistis dan bisa dilaksanakan Di mana perencanaan yang bercita-cita tinggi tapi tidak mengedepankan skema nyata implementasi, bukanlah perencanaan yang layak. 3. Spesifik Hubungan antara rencana dan hasil bisa jelas ditelusuri, dengan memuat tugas, deadline, penjadwalan, prediksi, anggaran, dan matriks. Semuanya serba terukur. 4. Secara jelas menentukan tanggung jawab dalam pelaksanaan Di mana perencanaan harus bisa mengidentifikasikan tanggung jawab tiap orang dalam setiap tugas dan fungsi penting. 5. Secara jelas menginformasikan asumsi Di mana perencanaan bisnis umumnya selalu meleset. Karenanya ia harus jujur menjelaskan yang sifatnya asumtif. Jika asumsi dirubah, maka otomatis akan diperlukan penyesuaian perencanaan. 6. Dikomunikasikan kepada mereka yang akan melaksanakannya Perencanaan dinilai dari kemajuan bisnis yang dihasilkannya atau dengan kata lain kualitas implementasinya. Jadi, orang-orang yang bertugas melaksanakannya harus tahu dan memahami perencanaan bisnis itu. 7. Membuat orang berkomitmen Sebuah rencana bisnis juga harus bisa membuat orang yang terkait ikut berkomitmen terhadap proses pelaksaannnya. Kamu juga harus bisa memberikan dan menginspirasi tim pelaksananya untuk bisa mencapai tujuan bersama. 8. Tetap aktual diikuti follow up Dalam pembuatan business plan, kamu juga harus bisa memberikan data yang akurat dan aktual, serta mengikutsertakan proses perencanaan dalam bentuk tinjauan rutin dan rangkaian perbaikan. Memulai dan menjalankan bisnis bukan sekedar status pendongkrak prestis, bukan juga hobi pengisi waktu. Membangun bisnis adalah mahakarya seorang entrepreneur sejati. Misi dan visinya diuji sejak awal. Nasib ide bisnis besarnya ditentukan mulai dari kualitas efektifitas perencanaan bisnisnya. Perencanaan yang asal-asalan menjadikan kesuksesan cuma tinggal bualan dan angan-angan. Bahkan tanpa perencanaan yang matang kamu hanya akan membuang uang dan tenaga saja. Terlebih lagi jika kamu berniat menjadikan bisnis baru ini sebagai sumber penghasilan tambahan. Jika kamu masih belum memiliki rencana bisnis sukses yang matang dan ingin menjadi seorang pebisnis, kamu bisa melakukan investasi saham dan menjadi bagian dari pemilik saham. Kamu tetap bisa mengembangkan nilai uangmu tanpa repor membuat rencana bisnis. Sebaliknya, kamu menakan perencanaan bisnis sebuah perusahaan untuk tahu proyeksi kinerjanya di kemudian hari. Hal itu bisa kamu lakukan jika berinvestasi saham lewat aplikasi Ajaib. Ajaib Sekuritas akan memastikan investasi berjalan aman dan nyaman dan mendapatkan cuan.Salah satu kunci sukses memulai usaha adalah membuat sebuah perencanaan bisnis yang matang dan realistis. Apapun jenis usaha yang akan kita jalankan. Tulisan ini mencoba menguraikan selangkah demi selangkah bagaimana membuat perencanaan bisnis. Perencanaan dalam bisnis sangat berguna untuk menilai apakah sebuah bisnis yang akan kita tekuni layak, profitable dan berjangka panjang atau berprospek tinggi kedepannya. Dengan perencanaan bisnis yang matang, juga sangat berguna apabila kita ingin mengajak mitra bisnis, investor ataupun calon kreditor untuk merealisasi impian kita agar jadi kenyataan. Banyak orang mengatakan bahwa “Ide atau gagasan” mahal harganya. Tentunya tidak sembarang ide, tetapi ide yang mempunyai nilai komersial dan ide itu ditulis dalam suatu rencana usaha atau rencana bisnis. Sebenarnya banyak orang mempunyai ide cemerlang, ide yang hebat-hebat serta mempunyai nilai komersial tinggi tetapi ide itu tetaplah hanya sekedar ide bahkan hanya sekedar impian yang numpang lewat, karena ide yang hebat tadi tidak pernah ditulis atau dikomunikasikan kepada pihak lain ataupun diterapkan. Pada artikel ini penulis ingin menjelaskan mengenai perencaan usaha, dengan harapan dapat digunakan sebagai pengetahuan ataupun menyiapkan langkah awal bagaimana untuk menggali, menumbuhkan ataupun menjaring ide-ide atau gagasan bisnis dan sekaligus menuangkannya dalam sebuah rencana usaha. Realita di lapangan menunjukkan bahwa banyak ide ataupun gagasan-gagasan bisnis hebat dan ide-ide orisinil yang justru lahir dari para kawula muda. Tentunya kalau peluang atau kemampuan ini dikemas dengan baik dan mampu dirancang sedemikian rupa sehingga dapat dikemas sebagai rencana usaha yang layak dan mampu diterapkan ke dalam sebuah bisnis riil, tentunya akan banyak memberi manfaat bagi para generasi muda sendiri dan sekaligus memberikan kontribusi bagi masyarakat dan lingkungannya. Perencanaan bisnis adalah keseluruhan proses tentang hal-hal yang akan dikerjakan pada masa yang akan datang, dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Hal ini sangat penting, karena perencanaan usaha merupakan pedoman kerja bagi seorang wirausaha. Pada umumnya, perencanaan usaha mengatur tentang proses kegiatan usaha, produksi, pemasaran, penjualan, perluasan usaha, keuangan usaha, pembelian, tenaga kerja, dan penyediaan atau pengadaan peralatan. Pengertian lain perencanaan bisnis adalah rencana-rencana tentang apa yang dikerjakan dalam suatu bisnis ke depan meliputi alokasi sumberdaya, perhatian pada faktor-faktor kunci dan mengolah permasalahan-permasalahan dan peluang yang ada. Kadang-kadang banyak orang berpikir bahwa perencanaan bisnis hanya untuk sebuah bisnis baru atau sebuah proposal untuk mencari pinjaman dana ke pihak perbankan atau bagaimana mendatangkan investor baru dalam bisnis. Sebenarnya tidak sederhana hal di atas, perencanaan bisnis juga penting untuk suatu bisnis yang sedang berjalan. Bisnis membutuhkan perencanaan untuk pertumbuhan yang optimis dan pengembangan-pengembangan dengan skala prioritas. Perencanaan Bisnis sendiri adalah suatu hasil pemikiran, dimana isi dari perencanaan harus mampu mendukung pencapaian tujuan-tujuan perusahaan/bisnis. Adapun hal-hal apa yang harus ada dalam perencanaan usaha, secara sederhana dalam suatu perencanaan bisnis dimulai dari Ringkasan, Statemen Misi, Faktor-faktor kunci, Analisis Pasar, Produksi, Manajemen dan Analisis Finansial seperti analisis Break Event dan lain-lainnya. Prinsip Perencanaan Bisnis Adapun prinsip-prinsip dalam perencanaan usaha itu sebagai berikut Perencanaan usaha harus dapat diterima oleh semua pihak. Perencanaan usaha harus fleksibel dan realistis. Perencanaan usaha harus mencakup seluruh aspek kegiatan usaha. Perencanaan usaha harus merumuskan cara-cara kerja usaha yang efektif dan efisien. Manfaat Perencanaan Bisnis Adapun manfaat perencanaan usaha itu di antaranya Membimbing jalannya kegiatan usaha. Mengamankan kelangsungan hidup usaha. Mengembangkan kemampuan manajerial di bidang usaha. Sebagai pedoman atau petunjuk bagi pimpinan perusahaan di dalam menjalankan usahanya. Mengetahui apa-apa yang akan terjadi dalam usaha. Sebagai alat berkomunikasi dalam usaha. Sebagai alat untuk memperkecil risiko usaha. Memperbesar peluang untuk mencapai laba. Memudahkan perolehan bantuan kredit modal dari bank. Sebagai pedoman di dalam pengawasan. Kegiatan Dalam Perencanaan Bisnis Perencanaan bisnis adalah sebuah selling document yang mengungkapkan daya tarik dan harapan sebuah bisnis kepada penyandang dana potensial. Jadi, perencanaan bisnis merupakan dokumen tertulis yang disiapkan oleh seorang wirausaha yang mengembangkan dan menggambarkan semua unsur yang relevan, baik internal maupun eksternal untuk memulai suatu usaha. Di sini seorang wirausaha diharapkan mampu menggarap perencanaan usaha jangka pendek dan dapat merumuskan untuk mencapai sasaran dan tujuannya. Perencanaan usaha itu harus mencakup berbagai jenis kegiatan, di antaranya Mempelajari dan meramalkan masa depan usaha. Menentukan sasaran beserta fasilitas yang diperlukan dalam usaha. Membuat program kerja dan perhitungan usaha. Menentukan prosedur kerja di dalam usaha. Menentukan rencana anggaran usaha. Membuat kebijaksanaan usaha. Standar dalam Pembuatan Perencanaan Bisnis Sebuah perencanaan bisnis, normalnya mengandung serangkaian elemen-elemen standar. Format dan bentuk perencanaan sangat bervariasi, tetapi biasanya sebuah perencanaan bisnis akan berisi komponen-komponen seperti deskripsi perusahaan, produk atau jasa yang dihasilkan perusahaan, pasarnya, prediksi atau ramalan-ramalan ke depan, team manajemennya dan analisis finansial atau keuangannya. Sebuah perencanaan usaha/bisnis juga tergantung atau dipengaruhi oleh situasi yang spesifik. Sebagai contoh deskripsi dari team manajemen sangatlah penting untuk investor, demikian juga tentang kondisi keuangan masa lalu menjadi penting untuk pihak bank atau kreditor. Akan tetapi jika pengembangan sebuah perencanaan hanya akan digunakan oleh pihak internal, kita tidak membutuhkan penjelasan secara detail karena semua pihak dalam perusahaan sudah mengetahuinya, justru yang terpenting adalah sudahkah perencanaan yang kita buat matching dengan tujuan perusahaan. Apa yang Paling Penting dalam Sebuah Perencanaan Secara umum garis besar isi perencanaan usaha yang dibuat seorang wirausaha, berusaha merinci profit, neraca perusahaan, dan proyeksi aliran khas. Sedangkan mengenai kedalaman dan rincian perencanaan usaha sangat tergantung pada luas tidaknya usaha. Oleh karena itu dalam membuat perencanaan usaha paling tidak kita harus adalah memikirkan, menimbang-nimbang, memutuskan, dan menentukan hal-hal berikut ini Apa yang akan dikerjakan di dalam usaha? Kapan pekerjaan usaha itu akan dilaksanakan? Bagaimana cara mengerjakan pekerjaan usaha? Siapa saja yang ditugaskan untuk melakukan pekerjaan usaha? Di mana pekerjaan usaha akan dilaksanakan dan mengapa harus dikerjakan? Sebenarnya berbicara yang paling penting dalam sebuah perencanaan sangat tergantung kasusnya. Namun secara umum biasanya dalam sebuah perencanaan yang paling penting adalah Pertama, Analisis Cash Flownya misalnya bisa untuk prediksi profit; Kedua, Detail Pelaksanaan untuk prediksi apa-apa yang akan terjadi, siapa yang bertanggung jawab, kapan, dan bagaimana anggarannya? Hasil akhir dari sebuah perencanaan adalah bagaimana kondisi perusahaan mengalami peningkatan. Komponen Perencanaan Bisnis Komponen-komponen utama yang dianjurkan ada dalam sebuah perencanaan bisnis dan garis besar isinya adalah sebagai berikut Ringkasan Executive Summary Berisi gambaran singkat kira-kira 1 sampai 2 halaman, mencakup Latar belakang proyek, penggagas proyek, pasar yang menjadi sasaran, pengelolaan proyek sampai dengan kelayakan proyek secara finansial, kelayakan proyek secara umum. Deskripsi Perusahaan Company Description Berisi gambaran singkat profil perusahaan yang akan menjalankan proyek, misalnya Aspek hukum/legal dari bentuk badan usahanya apa? Sejarah/historis Perusahaan, Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Kepemilikan dalam perusahaan dan lainnya. Barang atau Jasa yang diproduksi atau dipasarkan Berisi gambaran barang/jasa apa yang akan diproduksi atau dipasarkan, alasan barang/jasa tersebut diproduksi dan manfaat/benefit yang dapat diperoleh konsumen/customer atas barang/jasa tersebut. Analisis Aspek Pasar Pada analisis aspek pasar kurang lebihnya berisi gambaran mengenai berbagai macam keadaan dalam pasar. Lebih lengkapnya adalah sebagai berikut Peluang Bisnis dan Prospeknya, hal-hal yang perlu dikupas dalam peluang bisnis antara lain Apa yang bisa kita buat? Pasar membutuhkan Apa? Perlunya Menciptakan Kebutuhan Konsumen Paradigma terbaru agar bisnis kita bisa eksis kita harus bisa menciptakan pasar? Melihat masih adakah Peluang? Layakkah Peluang itu kita garap? Kondisi Persaingan, bagaimana bentuk atau kondisi persaingan dari pasar yang akan kita hadapi, pembicaranya antara lain Pasarnya sudah pasti/Captive Market, misalnya kita berproduksi atas dasar pesanan, maka kita tidak perlu memikirkan barang yang kita buat laku atau tidak laku?; Pasarnya ditentukan oleh Pembeli/Buyer Market jika pasar dikuasai oleh pembeli maka posisi kita sebagai produsen akan lebih berat karena kita harus bersaing ketat berebut konsumen. Posisi Perusahaan dalam Pasar, yang perlu dibahas antara lain Pasar yang hendak dikuasai atau Sasaran Pasar berapa?, Posisi dalam Pasar atau Positioning apakah sebagai Leader pemimpin pasar, Follower pengikut atau Nicher pengisi ceruk/relung pasar? Usaha-usaha Pemasarannya/Marketing effort bagaimana? Jika kita sudah mempunyai target pasar, maka agar target bisa tercapai harus didukung oleh usaha-usaha pemasarannya. Salah satu bentuk usaha pemasaran bisa menggunakan Bauran Pemasaran/Marketing Mix yang meliputi 4P Product, Price, Place, dan Promotion. Di sisi lain masalah Siklus Kehidupan Produknya/Product Life Cycles suatu produk akan mengalami tahap-tahap sebagai berikut perkenalan, tumbuh, matang, jenuh dan decline juga harus diperhatikan. Analisis Aspek Teknik/Produksi Berisi gambaran tentang Lokasi Dekat konsumen atau dekat bahan baku? Layout Layout Garis jika pengelompokan mesin atau peralatan menggunakan urutan proses produksi atau Layout Fungsi jika pengelompokan mesin atau peralatan atas dasar fungsi-fungsi yang sama dijadikan satu? Luas atau Skala Produksi bisa menggunakan pertimbangan Keuntungan Maksimum atau Biaya Rata-rata Terendah? Pemilihan Mesin atau Teknologi yang hendak dipakai Padat Teknologi atau Padat Karya/Tenaga? Analisis Aspek Manajemen Berisi gambaran tentang Bisnis atau proyek dalam Masa Pembangunan, berisi kajian Berapa Lama waktu yang dibutuhkan untuk penyiapan proyek sampai proyek siap beroperasi? Dan yang kedua harus bisa menjawab berapa biaya yang dibutuhkan untuk proyek tersebut? Bisnis atau proyek sudah Berjalan atau Beroperasi, berisi kajian apa Bentuk Badan Hukum Organisasi Pengelolanya? Apakah mau berbentuk Perusahaan Perseorangan, Firma, Koperasi, PT atau yang lainnya? Bagaimana Struktur Organisasinya?; Jumlah Karyawan Yang Dibutuhkan?; Persyaratan Karyawan untuk Jabatan Kunci?; Proses Rekruitmentnya?; Jenjang Karir dan lainnya? Analisis Aspek Finansial/Keuangan Berisi gambaran tentang Kebutuhan Dana Menghitung total kebutuhan akan dana yaitu berapa jumlah dana yang diperlukan untuk membiayai rencana bisnis, kebutuhan ini bisa diuraikan untuk 1 Membiayai Aktiva Tetap dan 2 Modal Kerja. Pada Neraca dapat dilihat di sisi Aktiva. Sumber Dana Sumber dana untuk membiayai rencana bisnis bisa diperoleh 1 Hutang, dapat berupa hutang jangka pendek dan hutang jangka panjang; 2 Modal Sendiri/Equity. Pada Neraca dapat dilihat dari sisi Pasiva Menghitung Aliran Kas/Cash Flow dari Rencana Bisnis, aliran kas dapat dikelompokkan menjadi Pengelompokan pertama untuk cash flow terdiri atas Cash Out Flow/COF = Aliran kas keluar, diberi tanda negatif dan Cash In Flow/CIF = Aliran kas masuk, diberi tanda positif. Pengelompokan kedua, aliran kas atau cash flow dibagi 3, yaitu Initial Cash Flow = Aliran kas atau dana yang dikeluarkan di awal proyek diberi tanda Negatif karena berupa dana keluar; Operational Cash Flow = Aliran dana ketika proyek beroperasi/berjalan, ketika proyek berjalan ada dana keluar sebagai biaya-biaya operasional tetapi juga sudah ada pendapatan operasional. Untuk sebuah proyek komersial aliran kas operasional biasanya bertanda Positif karena pendapatan operasional idealnya harus lebih besar dari biaya operasional; Terminal Cash Flow = Aliran kas di akhir proyek, di akhir proyek akan ada 2 dua aliran kas yaitu berupa Pengembalian Modal Kerja dan Nilai Residu/Nilai Sisa, keduanya selalu berupa aliran kas masuk jadi aliran kas di akhir proyek bertanda Positif. Menilai Kelayakan Bisnis dari sisi Keuangan Ada 5 lima metode penilaian, yaitu Pay Back Period/PP, Average Rate of Return/ARR; Profitabilitas Indeks/PI; Internal rate of Return/IRR Net Present Value/NPV. Dari 5 lima metode di atas yang paling sering digunakan hanya 3 tiga metode yaitu PP intinya seberapa cepat dana yang diinvestasikan bisa kembali, tentunya semakin cepat kembali semakin baik; IRR mencari tingkat bunga yang menyamakan nilai sekarang dari aliran kas keluar Present Value Cash Out Flow = PV COF dengan nilai sekarang dari aliran kas masuk Present Value Cash In Flow = PV CIF; hasil IRR ini dibandingkan dengan tingkat bunga pinjaman bank/ri, jika IRR > ri; maka proyek layak; NPV yaitu mencari nilai bersih sekarang, dapat dicari NPV = PV CIF – PV COF; jika nilai NPV positif maka proyek layak, sebaliknya jika negatif proyek tidak layak. Siapa saja yang Membutuhkan Perencanaan Bisnis Kita membutuhkan sebuah perencanaan bisnis jika kita akan menjalankan suatu bisnis. Sebuah perencanaan bisnis adalah ibarat sebuah peta dan kompas untuk menjalankan bisnis, sehingga tanpa perencanaan bisnis maka perjalanan bisnis kita ibarat orang yang berjalan dalam kegelapan. Dengan sebuah perencanaan kita dapat menetapkan tujuan utama bisnis kita, skala prioritas, dan menetapkan cash flow. Di sisi lain, kita juga membutuhkan perencanaan bisnis untuk dapat dikomunikasikan kepada semua pihak, baik pihak internal maupun pihak eksternal/luar perusahaan, komunikasi ini dibutuhkan misalnya kita ingin Mencari pinjaman dana ke bank Mencari investor Mengkomunikasikan dengan pihak manajemen Pihak-pihak lain Bagaimana Membuat Perencanaan Bisnis Yang Baik? Perencanaan yang baik adalah sebuah proses, bukan hanya sekedar perencanaan. Perencanaan yang baik indikatornya antara lain Sederhana, perencanaan yang baik adalah perencanaan yang mudah dimengerti dan mudah dilaksanakan mengandung kemudahan dan kepraktisan Spesifik, perencanaan yang baik adalah yang konkret, terukur, spesifik dalam waktu, personalianya dan anggarannya. Realistik, perencanaan yang baik adalah perencanaan yang realistik dalam tujuan, anggaran maupun target pencapaian waktunya. Komplit atau lengkap, perencanaan yang baik adalah perencanaan yang lengkap semua elemennya. Perencanaan yang baik adalah perencanaan yang dapat dipergunakan untuk berbagai hal, seperti Mendefinisikan dan menetapkan tujuan. Menciptakan laporan bisnis secara reguler. Mendefinisikan bisnis-bisnis baru d. Mensupport aplikasi pinjaman Mendifinisikan berbagai perjanjian dengan partner Serangkaian nilai untuk pencapaian tujuan secara legal Untuk mengevaluasi masalah produk-produk, promosi maupun ekspansi Penutup Setelah kita mampu membuat business plan-pun seringkali tidak bisa diimplementasikan, alasan utama adalah kendala modal. Kadangkala modal tidak menjadi masalah tetapi keberanian untuk memulai yang belum ada atau nyaris tidak ada. Banyak faktor yang menyebabkan semua ini terjadi, ada faktor di luar ekonomi, misalnya kultur di Indonesia yang masih menganggap profesi wirausaha sebagai profesi kurang terhormat, sehingga banyak orang tua yang lebih menginginkan anak-anaknya berprofesi sebagai PNS, ABRI atau Pegawai Swasta. Faktor lain adanya anggapan bahwa berwirausaha selalu mengedepankan modal yang besar sebagai faktor utama, padahal banyak bukti pengusaha sukses justru memulai usaha dari nol alias tanpa modal. Banyak entrepreneur sukses menganggap dalam memulai bisnis modal utamanya adalah ide-ide cemerlang, relasi ataupun impian-impian yang tinggi yang kadang menurut orang lain tidak masuk akal, tapi dengan sedikit kecerdikan dan keberanian mengambil risiko ciri seorang entrepreneur mampu melahirkan pengusaha-pengusaha yang handal dan sukses. Harapan penulis mudah-mudah setelah membaca artikel ini para pembaca akan tertarik untuk menuangkan ide cemerlangnya menjadi sebuah rencana bisnis yang layak diterapkan, menguntungkan dan berprospek cerah untuk masa depan, sehingga hasil akhirnya akan mampu melahirkan wirausahawan yang berhasil.
Perencanaan Usaha business plan adalah proses penentuan visi, misi dan tujuan, strategi, kebijakan, prosedur, aturan, program, dan anggaran yang diperlukan untuk menjalankan suatu usaha tertentu Bogadenta, 2013. Akan tetapi, kenyataannya banyak orang gagal membuat sebuah rencana bisnis business plan disaat akan melakukan bisnis. Secara teori mengembangkan sebuah rencana bisnis atau business plan sangat penting untuk mengamankan modal awal dan dalam mengarahkan perusahaan setelah didirikan. Business plan membantu untuk menentukan akan menjadi seperti apa perusahaan itu nantinya, siapa yang akan mengoperasikannya dan bagaimana tingkat pengalaman mereka, dan area persaingan yang akan diambil, serta nilai jual unik yang diharapkan akan membawa keberhasilan. Menurut Fox Business 2012, ada 10 poin penting dalam membuat suatu business plan perusahaan seperti dijelaskan dalam Figure 1. adalah sebagai berikut 1. Executive Summary Biasanya terdiri dari satu atau dua halaman yang menjelaskan secara singkat tentang usaha bisnis suatu perusahaan. Hal ini sudah termasuk didalamnya sasaran bsinis, operasional, upaya pemasaran, dan modal pendapatan. 2. Mission Statement Pada umumnya menjelaskan visi dan misi dari suatu perusahaan mengenai bisnis yang akan dijalankan. Pastikan visi dan misi yang dibuat harus jelas, singkat dan mencakup kegiatan bisnis yang akan dilakukan oleh perusahaan ke depannya. 3. Company Background Menjelaskan latar belakang atau historikal berdirinya suatu perusahaan. Secara umum, mengambarkan bisnis kegiatan yang dijalankan oleh perusahaan tersebut dan asal mula ide untuk membangun bisnis tersebut. 4. Product Description Menggambarkan secara jelas produk atau jasa yang akan di jual atau ditawarkan kepada konsumen. Selain itu dalam pembuatan bisnis plan, pengusaha entrepreneur harus dapat menjelaskan bagaimana sistem proses produksi tersebut dilakukan dari pengelolaan bahan mentah raw material, proses pembuatan work-in-process, hingga menjadi barang jadi finished goods dan akhirnya dilakukan proses pengemasan atau pelabelan produk packing & labelling. 5. Marketing Plan Dalam pembuatan business plan, perlu dibuat rencana strategi pemasaran marketing plan yang akan dilakukan oleh perusahaan dalam menjual produk atau jasa mereka kepada konsumen. Dalam merancang marketing plan, harus dibuat secara realistis, unik dan memberikan nilai tambah value added bagi perusahaan sehingga dapat bersaing dengan perusahaan yang sejenis. Marketing Plan bisa dibuat dalam beberapa fase sesuai dengan kondisi bisnis perusahaan, misalnya fase pengenalan produk atau jasa Branding awareness, fase pemasaran lewat digital ataupun sosial media digital or media social marketing, fase pricing strategy, dll. 6. Competitor Analysis Untuk perusahaan yang bergerak di industry sejenis, ada kalanya perlu melakukan analisis terhadap kompetitior atau pemain sejenis. Dari analisis tersebut, perusahaan bisa mengetahui market positioning di pasar serta dapat mengetahui strategi apa yang telah dilakukan oleh competitor di pasaran dan dapat dijadikan sebagai acuan untuk membuat inovasi strategi yang berbeda atau unik untuk dapat bersaing dengan kompetitor sejenis. 7. SWOT Analysis SWOT Analysis sangat perlu di lakukan jika ingin membangun suatu usaha, karena ini berkaitan dengan kondisi internal perusahaan. Dari SWOT analysis, perusahaan dapat melihat kekuatan & kelemahan yang ada dalam perusahaan dengan membandingkan ke kompetitor sejenis, sehingga dapat dilakukan antisipasi untuk meminimalisir kelemahan perusahaan dan menjaga konsistensi kekuatan kita dengan mempertimbangkan faktor eksternal seperti peluang dan ancaman dari luar yang dapat menghambat keberlangsungan kegiatan bisnis perusahaan sustainable business operational 8. Operations Di dalam membuat rencana bisnis business plan, pengusaha perlu menghitung biaya operasional dalam menjalankan kegiatan usahanya, mulai dari biaya produksi, biaya SDM, biaya maintenance, ataupun biaya lainnya. Hal ini sangat penting dilakukan sehingga dapat mengantisipasi kerugian yang timbul dari kegiatan bisnis. Selain itu, para investor penanam modal usaha perlu mengetahui alokasi dana secara rinci dan logis yang akan di gunakan oleh perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasional bisnis perusahaan. 9. Financial Planning Perencanaan keuangan financial planning merupakan faktor yang sangat penting dalam membangun suatu bisnis. Dalam membuat rencana keuangan, perusahaan perlu melakukan formulasi atau perhitungan atas modal dana capital yang dibutuhkan untuk menjalankan kegiatan operasional usahanya, serta bagaimana membuat dan menggontrol anggaran budgeting untuk menjalankan proses bisnisnya. Semua Hal ini harus diperhitungkan secara matang dan tepat untuk mencegah kerugian yang timbul dari kegiatan tersebut. 10. Timeline Business Project Investor perlu mengetahui timeline project yang dibutuhkan ataupun yang akan dilakukan oleh pengusaha di dalam membangun bisnis usahanya. Perlu dibuatkan timeline tahapan dalam pengembangan bisnis secara jelas dan logis sehingga para investor dapat percaya untuk menanamkan modalnya untuk perusahaan tersebut. Perencanaan bisnis Business Plan yang baik harus mampu dapat menjawab 3 pertanyaan penting bagi investor atau kreditur 1. Apakah saya dapat menghasilkan uang dengan berinvestasi di bisnis ini? Pertanyaan ini ingin berusaha menyakinkan kepada investor atau kreditur mengenai risiko dan imbal hasil, jika mereka berinvestasi di bisnis Kita. 2. Apakah saya menyukai dan mengerti bisnis tempat saya berinvestasi ini? 3. Apakah saya mempercayai orang-orang dengan siapa saya berinvestasi? Oleh karena itu, melalui sebuah business plan yang mantap akan memberi jaminan yang lebih keseriusan dari pengelola bisnis yang bersangkutan. Business plan juga merupakan cara Anda untuk meyakinkan pihak investor atau pemberi dana hibah di perusahaan yang akan Anda buat. Business plan yang baik akan mengandung isian yang jelas dan mudah dipahami apa sebenarnya yang menjadi maksud tujuan, upaya-upaya, gambaran target, strategi dan sebagainya. Penulis Yose Foejisanto, SE, M. Sc Cognoscenti Consulting Group sebagai perusahaan konsultansi bidang manajemen, memiliki banyak pengalaman dalam membantu organisasi dalam meningkatkan kinerja organisasi melalui perbaikan proses kerja. Kami selalu berusaha memberikan pelayanan yang lebih baik mulai dari penyusunan strategi hingga proses implementasi di tingkat operasional dan audit untuk menemukan perbaikan. Jika ada hal yang ingin anda diskusi dengan kami, silahkan jangan segan untuk menghubungi Cognoscenti Consulting Group. / 021. 290221281ulxB.