Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia Wahai sekalian orang-orang yang beriman, Mintalah bantuan dari Allah dalam seluruh urusan kalian dengan bersabar dalam menghadapi berbagai bala dan musibah, dan bersabar dalam meninggalkan maksiat-maksiat dan dosa-dosa ,serta bersabar dalam menjalankan ketaatan dan ibadah-ibadah serta amalan yang mendekatkan kepada Allah, dan dengan shalatJadi jangan sampai meninggalkan sesuatu karena takut cibiran, atau meninggalkan sesuatu karena ingin pujian orang tertentu, atau meninggalkan sesuatu karena tidak enakan. Dari lafal “ganti padamu dengan yang lebih baik” Anda pun juga harus paham bahwa bukan berarti Alloh akan selalu mengabulkan keinginan 100%, karena apa yang baik menurut
Meninggalkan sesuatu yang disukai oleh jiwa adalah perkara yang berat, akan tetapi ada kalanya harus ditinggalkan karena statusnya yang haram dan adakalanya
Seseorang meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat baginya, dan tidak ia inginkan bukan karena pertimbangan hawa nafsu dan keinginan jiwa, namun karena pertimbangan syari’at Islam. Jika keislaman seseorang telah baik dan mencapai tingkatan i h san, maka ketika beribadah kepada Allah seolah-olah ia melihat-Nya, dan jika ia tidak melihat-Nya Yang wajib atas seluruh umat adalah beribadah kepada Rabb mereka pada setiap waktu dan kondisi. Karena itu Allah berfirman, “Apakah jika dia wafat atau di bunuh, kamu berbali kebalakang (murtad)” dengan meninggalkan sesuatu yang telah datang kepada kalian berupa keimanan dan syariat jihad, atau selainya? Karena syariat telah mengaitkan ketetapan hukum kufur dengan meninggalkan shalat tanpa menentangnya dan menjadikan syarat ukhuwah/persaudaraan dalam agama dengan menegakkan shalat tanpa menyebutkan keharusan mengakui kewajibannya. Allah tidak mengatakan, "Jika mereka bertaubat dan mengakui kewajiban shalat." Meninggalakan Sesuatu Karena AllahRasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,"Sesungguhnya tidaklah engkau meninggalkan sesuatu karena Allah azza wa j Wahai orang-orang yang tertimpa musibah, sesungguhnya tak ada sesuatu pun yang hilang dari kalian. Kalian justru beruntung karena Allah selalu menurunkan sesuatu kepada para hamba hamba nya dengan “surat ketetapan” yang disela sela huruf kalimatnya terdapat suatu kelembutan, empati, pahala, ada balasan dan juga pilihan. e2NII.